Taman Nasionalmu Bagikan Pengalamanmu Ayo Terlibat Tentang Kami

PENGALAMAN

Little Africa Van Java
Taman Nasional Baluran
Waktu Kunjungan: 24 Dec 2017 - 24 Dec 2017

TN Baluran tampak semakin menjadi lokasi kunjungan favorit di timur Pulau Jawa. Saya memang sudah pernah ke Baluran pada tahun 2010. Saat itu, belum banyak yang datang ke Baluran. Saya pun dalam rangka kerja diajakin oleh mentor saya untuk belajar tentang konservasi. Saat itu, Baluran memang sedang sangat "afrika" dengan savana yang kuning dan langit yang cerah.

Kedatangan kali ini bertepatan dengan musim hujan shg savana bekol TN Baluran sedang hijau-hijaunya dan indah. Kami sampai di Batangan sekitar jam 2 siang berkendara dari Banyuwangi.

Bagus sekali sudah ada Tourist Information Center di gerbang. Kami tinggal parkir di situ dan membeli tiket masuk (total 50rb utk dua orang dan satu mobil). Kami dilayani oleh Mbak2 yang sangat ramah dan fasih dalam menjelaskan TN Baluran, satwa apa saja yang bisa ditemui dan yang tidak bisa ditemui dan kenapa tidak bisanya. Dia juga bahkan bisa menjelaskan bahwa populasi banteng saat ini hanya ada 46 ekor sehingga sulit untuk ditemui di kawasan TN yang luas. Kami pun diberikan peta kawasan dan dijelaskan spot2 wisata yang bisa dikunjungi. Ketika kami tanya, ternyata mereka anak magang dari Malang. Program volunteer bener2 berjalan di TN ini. Di TIC tersebut juga disediakan toilet shg nyaman untuk pengunjung yg datang dari jauh. Saat itu, sedang amat ramai dengan pengunjung.

Dari batangan menuju savana bekol ditempuh 12km dengan kondisi jalanan yang cukup rusak (maklumlah, jalan di dalam kawasan TN). Kalau mau bawa kendaraan, saran saya jangan pake sedan. Sayang mobilnya meskipun tadi ada banyak mobil sedan yang bersileweran.

Sampai di savana bekol, saya ancungkan empat jempol kepada pengelola TN Baluran untuk papan nama lokasi Savana Bekol yang baru dibuat (lihat gambar). Desainnya menyatu dgn alam, sederhana, tidak terlalu besar, dan tidak mengganggu keindahan lanskap.

Di savanna bekol sudah ada banyak pengunjung yang sibuk foto2. Memang sekarang ini wisata selfie dan foto sedang marak sekali. Yang masih minim adalah papan interpretasi dan edukasi ttg kawasan TN Baluran. Masyarakat perlu tahu kenapa kawasan tsb ditetapkan sbg Taman Nasional, kenapa ekosistemnya sangat unik dari gunung baluran, savanna bekol dan bama, lalu pantai, dan kenapa kita harus peduli dgn kelestarian habitat di TN Baluran. Kami jugasempat melihat ayam hutan, rusa, kerbau, burung raja udang, dan rangkong.

Sayangnya, ada banyak sekali monyet di dalam kawasan ini. Mereka sepertinya terbiasa diberikan makanan oleh pengunjung shg setiap lihat mobil, mereka lgs mendekat. Saya juga sempat melihat pengunjung yang masih saja memberikan makanan kepada monyet2 tersebut serta membuang sampah sembarangan sehingga beberapa lokasi juga kotor.

Barangkali, ketika kami membeli tiket, perlu sekalian diberikan informasi atau selebaran tentang peraturan dan tata tertib sebagai pengunjung. Mungkin tidak akan langsung dicerna dan dipahami dan dilaksanakan oleh pengunjung, tapi bisa jadi satu langkah yang baik.

Overall, saya sebagai tukang jalan2 salut dengan pengelolaan TN Baluran dan saya merasa cukup nyaman ketika berwisata ke sana.

Miranti Zulkifli (tukang jalan2)

KIRIM PENGALAMAN